MA Khozinatul Ulum Blora

www.makhozin.sch.id

MA Khozinatul Ulum Blora

Beranda Profil Visi & Misi Prestasi & Penghargaan Sejarah Pengasuh Program Unggulan Unit Kerja Kurikulum Kesiswaan Sarana dan Prasarana Humas Bimbingan dan Konseling Berita PPDB Album Sambang Online Siakad Kontak

Ngabuburit Pahala

29 Mar 2026 Admin Madrasah Aliyah Khozinatul Ulum

Ngabuburit Pahala

29 March 2026 Admin Madrasah Aliyah Khozinatul Ulum
Ngabuburit Pahala

Ngabuburit Pahala, Bukan Dosa
Oleh: Adkharisma Novianti (Siswi Kelas XI D)


Ngabuburit sudah menjadi tradisi yang akrab di bulan Ramadhan. Menjelang waktu Maghrib, jalanan ramai, masjid mulai penuh aktivitas, dan suasana sore terasa lebih hidup. Bagi remaja, ngabuburit sering dimaknai sebagai momen berkumpul, mencari takjil, atau sekadar mengisi waktu agar terasa lebih cepat berlalu.

Namun, di balik keseruannya, ada satu pertanyaan penting yang perlu kita renungkan bersama: apakah ngabuburit yang kita lakukan menambah pahala, atau justru menambah dosa?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 148:
“Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.”

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap waktu dalam hidup seorang muslim adalah kesempatan untuk melakukan kebaikan, termasuk waktu menunggu berbuka puasa. Dalam Islam, tidak ada waktu yang sia-sia jika digunakan dengan niat dan perbuatan yang benar.


Ngabuburit bernilai pahala ketika diisi dengan aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah dan membawa manfaat bagi orang lain. Menunggu adzan Maghrib sambil tilawah Al-Qur’an, membantu orang tua menyiapkan hidangan berbuka, mengikuti kajian Ramadhan, berada di masjid, atau berbagi takjil kepada sesama—semua ini adalah bentuk ngabuburit yang penuh keberkahan.

Sebaliknya, Ramadhan juga mengingatkan kita agar lebih berhati-hati dalam menggunakan waktu. Ngabuburit yang diisi dengan perbuatan maksiat, gibah, perkataan kotor, scrolling konten yang tidak bermanfaat, atau aktivitas yang memancing emosi dan masalah, justru dapat mengurangi nilai puasa yang sedang dijalani. Alih-alih mendapatkan pahala, waktu emas menjelang Maghrib itu justru terbuang tanpa makna.

Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan betapa besar nilai berbagi di bulan Ramadhan. Hanya dengan memberikan takjil sederhana, seorang muslim bisa meraih pahala yang berlipat. Inilah salah satu bentuk ngabuburit yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga memberi kebahagiaan bagi orang lain.


Di lingkungan madrasah, ngabuburit menjadi sarana pembinaan karakter bagi peserta didik. Remaja madrasah diarahkan untuk menjadikan Ramadhan sebagai momen latihan kesabaran, pengendalian diri, kepedulian sosial, dan penguatan iman. Karena sejatinya, keberhasilan puasa tidak hanya dinilai dari mampu menahan lapar dan haus, tetapi juga dari kemampuan menjaga sikap, lisan, dan perilaku.

Waktu menjelang Maghrib adalah waktu yang sangat berharga. Doa-doa dikabulkan, pahala dilipatgandakan, dan kesempatan berbuat baik terbuka lebar. Karena itu, jangan biarkan waktu tersebut berlalu tanpa makna. Jangan sekadar menunggu adzan, tetapi kejar keberkahannya.

Mari kita jadikan ngabuburit bukan hanya sebagai tradisi Ramadhan, tetapi sebagai investasi pahala. Dengan niat yang lurus dan pilihan aktivitas yang baik, setiap menit menjelang berbuka dapat menjadi catatan amal yang bernilai di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hubungi Kami

+6282242342047
info@makhozin.sch.id
Jl. Mr. Iskandar XII Blora - Jawa Tengah